Beli Pulsa Listrik Disini

www.opulsa.com
AlexaSurfing - Free Website Traffic Exchange

MENGENAL PROFESI APOTEKER


Perkenalkan, Saya Adalah Seorang Keturunan Batak Siagian yang saat ini Masih menjadi Seorang Mahasiswi Fakultas Farmasi di Kota Medan Sumatera Utara.

Beberapa bulan yang lalu, saya pernah menonton salah satu acara di Metro TV. Saya lupa nama acaranya tetapi yang saya ingat bahwa acara tersebut merangking 10 profesi yang dikenal dengan baik dan dianggap baik oleh masyarakat berdasarkan survey yang dilakukan oleh stasiun televisi tersebut. Kesepuluh profesi itu diurut dari yang paling banyak dipilih oleh responden ke yang paling sedikit.

Profesi seperti dokter, pengacara, guru, dosen, dan enam profesi lainnya masuk ke dalam daftar tesebut. Yang membuat saya cukup sedih adalah ternyata profesi apoteker/ farmasis tidak termasuk satu diantara sepuluh profesi tersebut. Saya jadi berfikir apakah profesi ini belum banyak dikenal atau sama sekali tidak dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu melalui tulisan ini, saya mencoba untuk mengulas sedikit tentang profesi ini.

           Apoteker atau ada yang menyebutnya dengan farmasis merupakan salah satu dari profesi kesehatan. Kalau mendengar kata apoteker, barang kali yang terlintas dalam banyak benak orang adalah apotek karena memang kata yang terakhir ini sudah sangat dikenal luas. Untuk menjadi seorang apoteker, maka setelah menamatkan sekolah menengah atasnya ( SMU atau SMF/ Sekolah Menengah Farmasi atau yang sederajat ), seseorang harus melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dengan memilih jurusan/ program studi  FARMASI. Lamanya pendidikan di program studi  ini adalah selama 4 tahun atau 8 semester. Setelah menyelesaikan studi yang setara dengan Strata 1/ S1 ini dan mendapatkan gelar Sarjana ( sekarang sarjana farmasi ), maka langkah selanjutnya adalah mengambil kuliah profesi selama 1 tahun atau 2 semester. Baru setelah kuliah profesi ini diselesaikan, seseorang berhak menyandang profesi apoteker yang sebelumnya harus mengucapkan sumpah profesi di hadapan pemuka agama yang didatangkan dari instansi berwenang.

          Selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, baik untuk tingkat sarjana maupun profesi, seseorang akan lebih banyak mempelajari tentang obat dan segala sesuatu yang terkait dengannya. Mulai dari bahan baku obat, proses pembuatan obat menjadi produk obat yang bisa digunakan oleh masyarakat, kegunaan atau khasiat obat, cara penggunaan obat, efek samping dari obat, dan lain sebagainya. Pendek kata segala sesuatu yang berkaitan dengan obat dipelajari sebelum menyandang profesi apoteker. Sehingga apoteker merupakan profesi yang seharusnya memiliki pengetahuan yang paling luas tentang obat.

          Dimanakah profesi apoteker bisa dijumpai ? Sesuai dengan peraturan tentang kefarmasian, maka profesi ini bisa mengabdikan profesinya di beberapa tempat. Tempat yang paling banyak menampung apoteker adalah apotek. Sesuai dengan peraturan pemerintah, apotek harus dibawah tanggung jawab seorang apoteker. Di Indonesia, satu apotek pada umumnya memiliki satu apoteker, kecuali pada beberapa apotek besar. Berbeda dengan di Jepang dimana dalam satu apotek bisa terdapat 10 atau lebih apoteker tergantung pada besar kecilnya apotek. Di apotek Indonesia, dalam menjalankan tugasnya, seorang apoteker dibantu oleh beberapa tenaga teknis seperti asisten apoteker ( lulusan SMF atau Akademi Farmasi ), juru racik ,kasir atau tenaga lainnya. Di tempat ini seharusnya apoteker lebih banyak berkomunikasi dengan pasien yang menebus obat. Kenapa komunikasi apoteker sebagai tenaga ahli di bidang obat dengan pasien diperlukan? Jawabannya adalah karena banyaknya persoalan-persoalan yang terkait dengan obat. Mulai dari aturan penggunaan, efek samping obat, interaksi obat, kepatuhan pasien dan lain sebagainya. Banyak penelitian yang telah dipublikasikan terkait masalah-masalah ini. Jadi ketika kita sebagai pasien menebus obat di apotek, ada baiknya kita meminta untuk berkonsultasi dengan apoteker. Kalau apotekernya tidak ada di tempat, silahkan buat janji atau jika memungkinkan bisa berkomunikasi lewat telepon dan sebagainya.

          Selain di apotek, apoteker juga banyak bekerja di rumah sakit, tepatnya di bagian instalasi farmasi. Bidang tugasnya kurang lebih sama dengan di apotek, bedanya apotek ini berada di dalam instansi rumah sakit. Selain itu apoteker juga bekerja di pabrik produsen obat. Sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa bagian produksi dan riset pabrik obat harus di bawah tanggung jawab apoteker. Apoteker juga banyak bekerja di bidang pengawasan obat seperti Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan ( BPOM ). Produsen kosmetik juga menjadi lahan kerja bagi apoteker. Karena kosmetik juga bidang studi yang dipelajari cukup luas di perguruan tinggi farmasi. Kosmetik disamping bertujuan untuk estetika, ada juga yang bertujuan sebagai terapi atau pengobatan.

Popular Posts Minggu Ini